Senin, 29 Oktober 2018

Mbah kholil ,Pengemis Dan anjing

AL KISAH  SYAICHONA KHOLIL BANGKALAN KEDATANGAN SEORANG

☕PENGEMIS DAN ANJINGNYA

 

Suatu hari Almaghfullah Kyai Syaichona Kholil (Bangkalan - Madura) sedang menemui tamu tamunya di ruangan depan. Mbah Kholil yang juga  Ulama besar dan salah satu guru dari KH Hasyim Asy'ari (pendiri NU / kakek Gus Dur) duduk dengan salah satu lutut tertekuk di depan perut beliau sambil bercengkerama dengan para tamu tamunya di temani secangkir kopi yang ada di hadapan masing2.

Ketika sedang asyik mengobrol itu tiba2 datang seorang "gembel" dengan pakaian lusuh sambil menuntun seekor anjing masuk ke ruangan,kontan saja semua tamu pada heran bercampur geram apalagi tanpa salam tanpa bicara dan tanpa ijin tiba2 si pengemis ini menyeruput kopi milik mBah Kholil, terlihat juga ingus yang keluar dari hidung pengemis tak di undang ini.

Marah kah mbah Kholil??
Tidak! Mbah Kholil tampak merubah posisi duduknya seperti orang posisi duduk orang sedang sholat,telapak  tangannya menyatu di atas paha, kepalanya menunduk tanpa berani menatap muka si pengemis.

Justru beberapa tamu bangkit bermaksud mengusir orang aneh ini, tapi segera di cegah oleh mBah cholil dengan isyarat tangannya.

Beberapa saat suasana hening, mBah cholil tetap menunduk, tamu yang ada di ruangan itu tak satupun ada yang berani bersuara sampai kemudian si pengemis berlalu tanpa sepatah katapun.

Selepas gelandangan itu pergi mBah Kholil membuka suara : "siapa yang mau meminum kopi bekas tamuku tadi"?

Tentu saja tak seorangpun yang mau, karena kopi itu bekas di minum seorang pengemis dengan ingus menempel di bawah idung! Ngeri!

"Baiklah, kalau begitu biar saya yang menghabiskan".kata mBah kholil sambil meminum sisa kopi di cangkir.

Semua tamu semakin  terheran heran, belum habis rasa penasaran para tamu kemudian mBah Kholil menyambung kata lagi : " taukah sampyan semua siapa tamu tadi,, dia Nabi Khidir, beliau habis mengunjungi sahabatnya seorang wali di Yaman dan Sudan, kemudian melanjutkan perjalanan kesini untuk menemui sahabat2nya,para Waliyullah di tanah jawa."

Kontan kemudian para tamu berebut sisa kopi yang tinggal cangkirnya itu, bahkan ada yang berebut untuk mencuci cangkirnya sekedar untuk "ngalab berkah" dari kesalehan Nabi Khidir Alaihissalam.

MBaH Kholil terkekeh dengan tingkah para tamunya ini, yah.. kebanyakan kita hanya melihat kulit, tanpa bisa melihat hati, karena mata kita sudah tertutup oleh gemerlap dunia.

" Semoga kita terjaga dlm menilai sesama hanya krn Dhohirnya semata ..,"🙏

Minggu, 28 Oktober 2018

INDAH NYA SYARIAT ISLAM

   
    Suatu hari, Umar sedang  duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"

"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".

Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.

Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :

"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."

"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.

"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.

"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.

"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,

"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.

Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.

"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".

"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?", tanya Umar.

"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".
"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.

"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.

"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.

Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".

Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.

"Salman?" hardik Umar marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".

"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatan
gan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.

”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.

Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..”

”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.

_*”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... menepati janji...”*_ jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"

Kemudian Salman menjawab : _*Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.*_

Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.

”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.

“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak kaget.

“Kalian...” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.

Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
_*”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.*_

”Allahu Akbar!” teriak hadirin.

Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.
MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan al islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada dijalan-Nya..
Allahu Akbar ... 😭😭😭

Beginilah layaknya contoh umat islam yg sebenarnya, bukan malah saling menghujat satu sama lainnya...

SILAKAN DI BAGIKAN, JANGAN SAMPAI KISAH MULIA INI TERPUTUS DI TANGAN ANDA ... !!
Agar Umat Islam INDONESIA tidak mudah di pecah belah.

Senin, 01 Oktober 2018

Sejarah kaul seyeh armiya bin kyai kurdi

Sedikit Tentang Syeh Armia Cikura Bojong Tegal.


  Berbicara tentang Syeh Armia

tidak lepas dari kepiawaian

beliau dalam mengajarkan

agama Islam di Jawa Tengah,

khususnya di sekitar kota Tegal. Syech Armia merupakan ulama

dan golongan waliyulloh yang

selalu mendedikasikan hidupnya

untuk kepentingan li

I’lalikalimatillah (menegakkan

Agama Allah). Beliau wafat pada tanggal, 27 Muharram 1354 H. Syech

Armia kemudian dimakamkan

di lingkungan pondok pesantren

Attauhidiyyah Cikura, Bojong,

Tegal. Semasa hidupnya, Syech

Armia sangat dekat dengan

masyarakat sekitar. Beliau

sosok ulama yang alim dalam

ilmu tauhid sehingga beliau

mengajarkan materi-materi ketaohidan kepada para

santrinya, dengan menggunakan

referensi kitab-kitab tauhid

yang diantararanya adalah

karya Sayyid Abi Abdillah

Muhammad bin Yusuf Sanusi Al Khasani atau lebih dikenal

dengan Iman Sanusi dan Kitab

kitab Tauhid lainnya seperti

Nuruzh zholam, Kifayatul Awam

dan Kitab Ta’lim Mumtadiin

karya KH.Said bin Armia. Pernah diceritakan oleh Alhabib

Abdurrahman Bin Habib

Abdullah bilfaqih Pengasuh Pon-

pes Darul Hadist Al faqihiyyah

Malang dan murid dari KH.Said

bin KH.Armia, sewaktu beliau belum menjadi murid KH.Said

beliau melihat sebuah cahaya

yang memancar keatas

menembus langit dari suatu

tempat, karena penasaran

beliau mencari sumber cahaya tersebut hingga sampailah

beliau di desa Cikura Tegal Jawa

tengah yang ternyata sumber

cahaya tersebut berasal dari

makam syech Armia. Beliaupun tertarik untuk belajar

kepada putranya KH.Said bin KH.

Armia, dan beliaupun

mengusulkan untuk selalu

mengadakan Haul Bapaknya

KH.Armia secara besar-besaran untuk mengenang perjuangan

KH.Armia dalam mensyiarkan

Agama Allah terutama ilmu-ilmu

tauhid. Sementara kisah lain yang

membumi langsung diceritakan

oleh KH.Hasani (Putra KH.Said)

bahwa, Al Alamah Syeck Ali

Basalamah (Mursyid tarekat

tijani, Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah)bahwa, beliau melihat

KH.Said Bin KH.Armia sedang

mengajar Kitab Imam Sanusi

dengan didampingi oleh Sayyidul

Wujud Rosulullah SAW, pada sisi

kanannya dan di sebelah kiri KH.Said tampak shohibul kitab

Imam Sanusi R.A. Dari pertama kali ide

pelaksanaan haul yang di

inisiatori Al-habib Abdurrahman

bin Habib Abdullah faqih inilah,

kemudian terus menerus haul

Syechuna Armia bin Kyai Kurdi ini dilaksanakan sampai pada

saat ini.


Jangan lupa Baca sholawat .

اللهم صل على سيدنا محمد

Jumat, 08 Juni 2018

Catatan si Husni

" Manfaat kan lah masa muda mu sebelum datang masa tua mu." Itulah sepenggal cuplikan hadist .
  Di masa muda ini otak lagi cerdas cerdas nya .dayat ingat lagi kuat kuat nya . Saya sangat menyesal telah menyia nyaiakan masa muda.  Meskipun belum datang masa tua sepenuh nya . Baru seperti tiga masa tua  menghampiri ku .
 
Ada ke inginan untuk memperbaiki sebelum bener datang masa tua  . Tapi saya bingung  harus mulai dari mana dulu?

 Di sisi lain orang tua sudah menuntut agar cepet cepet cari pasangan . Karena orang tua sudah pada sepu sepu .

Di sisi yg lain saya kepengin  belajar lagi . Ya...! Saya masih napsu ingin cari ilmu lagi  . Belum ingin nikah .

  Sekarang saya  kaya terbelenggu oleh dunia . Untk melepasakan ikatan ikatan jerat dunia  sangat susah .

 Ingin rasanya saya cepet.cepet.pergi ke pondok pesantren dan mau mengaji lagi .


Selasa, 05 Juni 2018

Catatan si Husni

 Setelah setahun saya di bandung aku pun sudah bisa melupakan sari .
  Aku bertemu dengan teman baru ,temen kerja namanya andi umur sudah 40 ,tinggi badan 165cm kulit saya matang , awal pertemanan saya dengan bang andi ya di tempat kerja . Awalnya dia asik .  Aku dan bang andi dan satu lagi orang  berniyat untuk mendirikan usaha sendiri.  Modal patungan .
 Setiap malam rundingkan /musyawarah tentang bisnis yg mau di buka.
 Telah deal bisnis yg akan di jalan kan adalah bisnis kuliner .
Ahirnya aku car roda gerobak dan ,peralatan  peralatannya . Pas itu yg baru mengeluarkan modal saya semua dia orang itu belum mengeluarkan modal sepeser pun .ada yg alasan mau nikah ,yg lebih miris ada yg alasan beli hp android ,padahal dia sudah punya hp .

  Aneh emang niyat patungan usaha. Tpi yg modal cuman saya doang  . Setelah memutuskan keluar akhir september  di mana modal saya habis buat beli peralatan dagang . Tpi kedua temen saya tak ada yg menyumbang untk melanjutkan rencana bisnis nya .
 Yg satu malah nikah ,yg satu malah jawab "saya malu  eh jualan pakai gerobak  ,sukron tau sendiri kan saya bisa di hotel berbintang . " Ya !  Jawaban yg menyakitkan hati bagi saya.

    Karna kesel ngerasa di hiyanti ,di bodoni ,di kadalin aku pun memilah kabur di rumah temen .dan menceritakan kronologis  kejadian nya . Selama dua minggu saya di rumah temen numpang makan sambil bantu bantu .

 Ahirnya saya balik lagi kerja di tempat dulu di RUMAH MAKAN ARAKA . Karna saya di panggil oleh bos ku lagi .

 Tpi  Tpi  Karna temen saya belum dapat kerjaan  uang pun sudah habis  .Ahirnya saya yg bantu juga keuangan nya . Dari mulai berangkat  cari kerja ,sapi uang makan sehari hari sampai uang kost kost an aku yg bayarin.

 Setelah ahirnya temen ku membukan pekerjaan  Aku pun berpisah dengan temen saya .semua aset aset saya mangkerak .  Selama beberapa bulan  Karna saya cari modal dulu .

   Setelah sekiranya terkumpul modal  Saya  memutuskan untuk rasign dari kerjaan dan ingin melanjutkan usaha sendiri  yg pernah di gagas bersama tiga orang itu . Its.....! Tpi saya bukan tiga orang tpi saya sendirian   buka usaha kuliner . Ya !sendirian .

 Aku coba minta temen yg dulu saya bantu dari pengguran sampai terima kerja .  Tpi apa jawabannya  dia selalu beralasan sibuk pasal aku kalau minta tolong juga bukan waktu kerja . Tpi wali hari libur dia .dia tak pernah bantu saya pas saya kesusahan .

Ya itulah yg di namakan temen  ada di saat saya seneng   dan saat saya susah  menghilang semua.
 
Dari kejadian itu saya gak percaya sama omongan temen lagi .Saya  hanya mengikuti apa kata hati ,insting saya  .

 Selain kata hati dan insting itu   omong kosong  .
 Bersambung....
 Catatan  si husni




Catatan si Husni

  Betapa sakit nya cinta saya di tolak   yg Pada ahirnya saya  Saya pun pergi ke kota bandung ,supaya tidak berharap dengan dia lagi . 

  Kebetulan aku punya sepupu di bandung  .aku di kenalkan dengan temenya aku pun bekerja di  rumah makan araka .alhamdulillah yg punya perusahan baik . Aku pun menenggelamkan kan sakit nya cinta di tolak dengan sibuk bekerja .  Pagi sampai sore  kadang saya terima lembaran.  hari  berganti dengan minggu minggu berganti dengan bulan .Ahirnya sudah sampai saya setahun kerja di rumah makan Araka .

  Aku pun bisa di bilang sudah MOVE ON  dari sari . Aku tidak pernah berharap untuk bersatu lagi .

     Bersambung......

Minggu, 03 Juni 2018

HUSNI SYUKRON

  Nama saya husni sukron  biasa di panggil " cuong "  entah asal usul nya dari mana tpi tidak ada yg tahu  .

  Saya kelahiran 20-09-1992  desa Dukuturi  ,kec Ketanggungan ,kab Brebes  .
 Pendidikan gue SD -MAN  aja .Setelah lulus saya memutuskan pesantren .

  Hobi saya nonton film dan membaca .
    Status masih jomblo he he he he .
 Bukanya saya gak laku yah  ?tpi   ,entah kenapa setiap saya suka sama orang orang itu pasti pergi  meninggalkan saya.

 Kisah cinta pertama #1
  Dulu waktu sehabis lulus  dari pesantren  ,saya baru pertama kali cari uang . Aku pun memutuskan untuk merantau  di Jakarta  . Saya jualan empek empek   .    Pertama jualan  Saya cuman dapat   50 000 ribu  buat bos ku 30 000. Buat saya  20.000 , 20 000 ribu uang pertama saya  hasil dari kerja sendiri . Lama jualan empek empek banyak kenalan sana sini .

    Aku masuk Grup facebook pesantren saya ,maksud nya supaya bisa koneksi terus ma temen temen se angkatan . Ahirnya saya kenal  dengan Nur Falah(cwe)  ,namyanya kok mirip cowo .  Aku juga baru pertama kali kenal Aku kaget . Tpi apa lah arti sebuah nama . Lama komunikasi di Grup   facebook   .berpindah saling  Inbox   ,teleponan  ,curhat curhatan akhirnya saya memutuskan agar bisa KOPDAR .

     Pertama kali ketemu  dengan   cewe  ,saya ketemuan di desa Margasari , kab Tegal  . Kebetulan  di orang Tegal . Saya mau ketemuan juga  pulang kampung dulu agar bisa ketemu   cewe idaman saya .

   Setelah ketemuan  Saya  makin insentif  Inbox an   ,makin terbuka satu sama lain .  Ahirnya langsung ku putuskan  untk menembak  nya.
 "Ade kita kan udah kenal lama ,  Saya makin kesini  kok saya  ada perasaan aneh dalam diri ini "  kata saya memancing .

 "Aneh apa mas  ?"  Jawab nya.
 "Perasan ini sangat mengganggu  Saya mba ?
  Jujur de aku mulai suka sama kamu  , aku ke pengin Taarufan   .  Cie cie cie  taatrufan sok islami...
Dia kan emang santriwati juga .

 Aku pun di terima sebagai taarufnya nya .Aku di suruh keetemuan sama orang tuanya  di daerah Bukit Duri , tebet ,Jakarta Utara .
    Saya pun sering main ke Bukit Duri   kalau libur jualan .  Selama saya taarufan  Saya jarang punya duit buat ngasih ke orang tua di kampung . Setiap punya duit  saya  langsung main ke sana .  Jalan jalan ke mall , jalan jalan cari maqom . Karna dia santri  ingin ziyaroh  ke maqom para wali wali allah . Pertama kali  Saya Ditaruh ,saya Ziarah ke maqom  Habib Munzir al Musawa .

Kata orang itu  jatuh cinta sejuta rasanya . Tembelek lancung juga rasa coklat .

 Saya selama taarufan  dengan dia saya tak pernah bawa uang ke kampung  Uang saya selalu habis buat jalan jalan  .

  Bulan muharom  tanggal 25  Saya memutuskan pulang karna ada acara Khaul di pondok pesantren saya .  Saya ajak dia pulang  biyar bisa  di kenalin sam orang tua saya .  Dia jawab bisa .
Pas hari H acara kaoul  tiba   . Dia tidak bisa di hubungi sama sekali ,saya sudah  ngomong ke orang tua saya . Saya mengenalin cewe .
   Setelah di telepon  berkali kali gak di angkat , ahirnya di angkat . "Maaf  ya mas saya gak jadi pulang !!! Saya sibuk .

  Saya kecewa sekali  .
"seharusnya kamu  bilang jauh jauh hari dong ,jangan pas di hari H dong ."  Jawab ku
 "Maaf sekali maaf sekali nanya juga mendadaak mas"

  Eh ..... buset saya ngelihat  dia di acara khaul  bersama seorang cowok .
 Anjerit...! Dia bohongin saya .
Semenjak itu saya  sering ributr sama  Dia   dan ahirnya dia pun minta putus .
 Ahirnya kami putus dengan dia . Sekian dari saya.
 " Kok gak ada romantis romantisnya hus ?". Tanya seorang temen .

"Ini itu kisah saya bukan kisah nya laila dan qaiss , atau romeo and juliet atau kisah nya Nabi yusuf dan  siti Zulekho ,atau.kisah nya Nabi Muhammad saw dengan umul mukminin  siti khodijah ."

Sudah lah terima kasih


   

Punya fethis popok gara gara idea mamah .

 Jadi kecanduan popok karena mamah . Nama saya Siska umur 17 tahun  kelas 11 SMA .berawal sejak kelas 7 SMP  saya sering ngomopl  terus mama...