Terlihat mbah zainal munawir mundar mandir , seorang tukang becak di harinya," ke nggading pura kang ?" Iya mulai menawar .
"Monggo mawon .terserah penjenjangan ,mbah, tukang becak pasrah karena sudah kenal.
"Nggak bisa sampean harus kasih harga!" Ujar kyai.
"Yah... seribu mbah" itu harga yg cukup lazim waktu itu ,walau sedikit agak mahal .
"Lima ratus ya !" Tukang becak nyengir
"Masih kurang mbah"
"Enam ratus ya" tukang becak masih nyengir
"Ya sudah... tujuh ratus"
Tukang becak sungkan membantah lagi dan mempersilakan mbah zainal naik.
Sampai tempat tujuan , mbah zainal mengeluarkan selembar uang ribuan tpi menolak uang kembalikan nya. Tukang becak bengong.
"Kalau tadi kita sepakat harga seribu aku cuma dapet pahala wajib" kata mbah zainal
Lanjut nya..
"Kalau begini kan yg tiga ratus jadi shodaqoh ku"
Di ambil dari buku :ngopi di pesantren"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Punya fethis popok gara gara idea mamah .
Jadi kecanduan popok karena mamah . Nama saya Siska umur 17 tahun kelas 11 SMA .berawal sejak kelas 7 SMP saya sering ngomopl terus mama...
-
Sedikit Tentang Syeh Armia Cikura Bojong Tegal. Berbicara tentang Syeh Armia tidak lepas dari kepiawaian beliau dalam mengajarkan...
-
RANGKUMAN CERAMAH JUMAT KLIWON . 20 -12-2018 1. Syeh ali ismail Keutamaan Menjawab adzan [1] Menjadi saksi kebaikan Dari Abu Said al...
-
Kadang harus berucap apa ada rasa seneng ada rasa suker susah bingung pusing pas kaya iklan kopi gudai .banyak rasa . Tahun ini alhamdul...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar