Minggu, 11 November 2018

Kisah yahudi yg bertemu Nabi Muhammad saw

SEORANG YAHUDI MIMPI BERJUMPA RASULULLAH SAW

Siapapun bisa mimpi berjumpa Rasulullah SAW, bahkan non muslim pun ada yang mimpi bertemu Rasul SAW, sebagaimana sebuah kisah nyata yang pernah terjadi di Mesir dan diriwayatkan dalam kitab Syaraful Anam.

Ada seorang wanita yahudi bertetangga dengan orang muslim yang suka merayakan maulid.

Orang muslim ini gemar sekali membaca riwayat-riwayat­ tentang Baginda Rasulullah SAW dan suka mengundang para tetangganya yang lain untuk merayakan maulid Nabi SAW di rumahnya serta menjamu mereka.

Tetangga si muslim yakni si wanita yahudi tadi kerap menyaksikan dari rumahnya, para muslimin berkumpul di rumah tetangganya dan melakukan perayaan maulid Nabinya.

Pada suatu malam, ia bermimpi hadir di acara itu dan melihat orang yang wajahnya terang benderang dan indah, ia lalu bertanya kepada orang disekitarnya,

 “Siapakah orang tampan itu?”

Lalu ada yang menjawab,
“Beliau adalah Nabi Muhammad SAW.”

 Si yahudi lalu bertanya lagi,
“Apakah jika saya menyapanya, ia mau membalas sapaan saya?”

Dijawab, “Beliau adalah manusia yang paling ramah dan selalu membalas sapaan orang lain.”

Tanya si yahudi kemudian,
 “Apakah jika saya bukan muslim ia mau menjawab sapaan saya?”

Dijawab lagi, “Beliau menjawab semua yang menyapanya.”

Maka yahudi itu berkata, “Wahai Muhammad…!”

Rasul SAW menjawab, “Labbaiki”

Wanita yahudi itu berkata,

“Kenapa engkau menjawab Labbaik padaku (Labbaik adalah jawaban penghormatan dari yang dipanggil), padahal kau tahu aku bukan muslim?”

Rasul SAW menjawab,
“Aku tidak mengucap Labbaik kecuali aku tahu bahwa kau akan mendapat hidayah.”

Wanita yahudi itu pun masuk islam di tangan Rasulullah SAW dalam mimpinya, dan ia berjanji akan membuat perayaan maulid untuk Nabi SAW.
Ini semua terjadi dalam mimpi si wanita.

Esok paginya ia bangun dari tidur, dan ia ingat bahwa ia sudah masuk islam semalam dan ia tetap ingin meneruskan imannya itu.

Ia menjadi lebih bingung karena sudah berniat membuat perayaan maulid, bagaimana dengan suaminya yang masih beragama yahudi?

Maka ia bangun di pagi itu.
Ia melihat suaminya sedang berkemas dan beres beres di rumahnya.

Di ruang depan ada banyak bahan makanan dan di halaman rumah ia lihat ada beberapa ekor kambing gemuk dalam keadaan terikat.

Sang istri bertanya dengan penuh keheranan,

“Suamiku, kau mau apa?
Kenapa banyak sekali bahan makanan di dalam?"

Suaminya menjawab, “Aku mau buat perayaan maulid.”

Sang istri terkejut, “Maulid?

Suamiku, apakah kau sudah masuk islam?”

Sang suami menjawab dengan tenang, “Aku masuk islam di tangan Rasul SAW semalam dalam mimpi sesudahmu.”

Subhanallah ..!
Seorang Yahudi saja bisa terketuk hatinya lalu bagaimana dengan kita yang mengaku muslim tapi memusuhi kaum muslimin yang memperingati maulid nabi Muhammad Saw

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ...
Allahumma Shalli wa Sallim 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Ali Sayyidina Muhammad ...
Mugi mangpaat🙏
#maulid

Kamis, 08 November 2018

Percakapan Robiah al adawiyah Dan Hasan bisri

Bismillaah,

DIALOG RABI'AH AL 'ADAWIYAH DENGAN HASAN BASHRI

ﻭﺣﻜﻰ ﺃﻳﻀﺎ ﺃﻧﻪ ﻟﻤﺎ ﻣﺎﺕ ﺯﻭﺝ ﺭﺍﺑﻌﺔ ﺍﻟﻌﺪﻭﻳﺔ ﺍﺳﺘﺄﺫﻥ ﻓﻰ ﺍﻟﺪﺧﻮﻝ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺒﺼﺮﻯ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ، ﻓﺄﺫﻧﺖ ﻟﻬﻢ ﻓﻰ ﺍﻟﺪﺧﻮﻝ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻭﺃﺭﺧﺖ ﺳﺘﺮﺍ ﻭﺟﻠﺴﺖ ﻭﺭﺍﺀ ﺍﻟﺴﺘﺮ

Di ceritakan bahwasannya ketika suami Rabi'ah al-'Adawiyah telah meninggal dunia, sejumlah Ulama besar diantaranya Hasan Bashri dan kawan-kawan minta izin masuk ke rumah-nya, dan iapun mengizinkan mereka masuk, dan sebagaimana layaknya wanita muslimah ia menutup hijab dan duduk dibalik hijab tersebut.

ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻬﺎ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﺇﻧﻪ ﻗﺪ ﻣﺎﺕ ﺑﻌﻠﻚ ﻭﻻﺑﺪ ﻟﻚ ﻣﻨﻪ

Sahut Hasan kepadanya : "Sungguh, suamimu telah meninggal dunia, maka sebaiknya anda bersuami lagi Rabi'ah".

ﻓﻘﺎﻟﺖ : ﻧﻌﻢ، ﻭﻟﻜﻦ ﻣﻦ ﺃﻋﻠﻤﻜﻢ ﺣﺘﻰ ﺃﺯﻭﺟﻪ ﻧﻔﺴﻰ

Jawab Rabi'ah : "Baiklah, tapi aku ingin tahu, siapakah diantara kalian yang paling 'Alim, sehingga aku bersedia menjadi istrinya".

ﻓﻘﺎﻟﻮﺍ : ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺒﺼﺮﻯ

Mereka menjawab : "Dialah Hasan Bashri orangnya".

ﻓﻘﺎﻟﺖ : ﺇﻥ ﺃﺟﺒﺘﻨﻰ ﻓﻰ ﺃﺭﺑﻊ ﻣﺴﺎﺋﻞ، ﻓﺄﻧﺎ ﻟﻚ

Sahut Rabi'ah : "Jika tuan mampu menjawab 4 masalah yang saya ajukan, maka aku bersedia menjadi istri tuan".

ﻓﻘﺎﻝ : ﺳﻠﻰ ﺇﻥ ﻭﻓﻘﻨﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﺟﺒﺘﻚ

Jawab Hasan : "Silahkan anda bertanya, Semoga Allah SWT memberi taufik padaku dalam menjawab pertanyaan anda".

ﻓﻘﺎﻟﺖ : ﻣﺎ ﺗﻘﻮﻝ ﻟﻮﻣﺖ ﻭﺧﺮﺟﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺃﺧﺮﺝ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺃﻡ ﻻ

Tanya Rabi'ah : "Menurut tuan, kalau aku meninggal dunia, apakah kematianku dengan membawa ketetapan iman / tidak ?".

ﻗﺎﻝ : ﻫﺬﺍ ﻏﻴﺐ ﻭﻻ ﻳﻌﻠﻢ ﺍﻟﻐﻴﺐ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ

Jawabnya : "Maaf, hal ini termasuk masalah ghaib, dan tiada yang tahu pasti, kecuali Allah".

ﺛﻢ ﻗﺎﻟﺖ : ﻣﺎ ﺗﻘﻮﻝ ﻟﻮ ﻭﺿﻌﺖ ﻓﻰ ﺍﻟﻘﺒﺮﻯ ﻭﺳﺄﻟﻨﻰ ﻣﻨﻜﺮ ﻭﻧﻜﻴﺮ، ﺃﻗﺪﺭ ﻋﻠﻰ ﺟﻮﺍﺑﻬﻤﺎ ﺃﻡ ﻻ

Kemudian tanya Rabi'ah : "Menurut tuan, kalau aku disemayamkan dalam kubur, lalu malaikat Munkar-Nakir bertanya kepadaku, mampukah aku menjawabnya / tidak ?".

ﻗﺎﻝ : ﻫﺬﺍ ﻏﻴﺐ ﻭﻻ ﻳﻌﻠﻢ ﺍﻟﻐﻴﺐ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ

Jawabnya : "Maaf, itupun termasuk masalah ghaib, dan tiada yang tahu pasti, kecuali Allah".

ﻗﺎﻟﺖ : ﺇﺫﺍ ﺣﺸﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻭﺗﻄﺎﻳﺮﺕ ﺍﻟﻜﺘﺐ ﺃﻋﻄﻰ ﻛﺘﺎﺑﻰ ﺑﻴﻤﻴﻨﻰ ﺃﻡ ﺑﺸﻤﺎﻟﻰ

Tanya Rabi'ah : "Saat manusia dihimpun kelak di hari kiamat dan kitab catatan amal berterbangan. Menurut anda, apakah aku termasuk orang yang menerima kitab amal tersebut dengan tangan kanan / kiri ?".

ﻓﻘﺎﻝ : ﻫﺬﺍ ﻏﻴﺐ ﺃﻳﻀﺎ

Jawabnya : "Maaf itu juga masalah ghaib".

ﺛﻢ ﻗﺎﻟﺖ : ﺇﺫﺍ ﻧﻮﺩﻯ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻓﺮﻳﻖ ﻓﻰ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻭﻓﺮﻳﻖ ﻓﻰ ﺍﻟﺴﻌﻴﺮ، ﻛﻨﺖ ﺃﻧﺎ ﻣﻦ ﺃﻯ ﺍﻟﻔﺮﻳﻘﻴﻦ
Berikutnya tanya Rabi'ah : "Ketika manusia dipanggil "Segolongan di surga dan segolongan lainnya di neraka". Menurut tuan, aku termasuk golongan manakah ?".

ﻗﺎﻝ : ﻫﺬﺍ ﻏﻴﺐ ﺃﻳﻀﺎ

Jawabnya : "Maaf, itu juga masalah ghaib".

ﻗﺎﻟﺖ : ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﻏﻢ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ ﻛﻴﻒ ﻳﺸﺘﻐﻞ ﺑﺎﻟﺘﺰﻭﻳﺞ

(Akhirnya) Rabi'ah berkata : "Bagi orang yang tengah kalut memikirkan 4 perkara ini, mana ada kesempatan untuk berumah tangga ???".

ﺛﻢ ﻗﺎﻟﺖ : ﻳﺎ ﺣﺴﻦ ﺃﺧﺒﺮﻧﻰ ﻛﻢ ﺟﺰﺀ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻘﻞ

Kemudian ia (Rabi'ah) bertanya : "Ya tuan Hasan, berapakah Allah menjadikan akal ?".

ﻗﺎﻝ : ﻋﺸﺮﺓ ﺃﺟﺰﺍﺀ، ﺗﺴﻌﺔ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ، ﻭﻭﺍﺣﺪ ﻟﻠﻨﺴﺎﺀ

Jawabnya : "10 bagian : 9 bagi pria, 1 bagi wanita".

ﺛﻢ ﻗﺎﻟﺖ : ﻳﺎ ﺣﺴﻦ ﻛﻢ ﺟﺰﺀ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺸﻬﻮﺓ

Tanya Rabi'ah : "Ya tuan Hasan, lalu berapa bagian pula Allah menjadikan syahwat ?".

ﻗﺎﻝ : ﻋﺸﺮﺓ ﺃﺟﺰﺍﺀ، ﺗﺴﻌﺔ ﻟﻠﻨﺴﺎﺀ، ﻭﻭﺍﺣﺪ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ

Jawabnya : "10 bagian : 9 bagi wanita, 1 bagi pria".

ﺛﻢ ﻗﺎﻟﺖ : ﻳﺎ ﺣﺴﻦ ﺃﻧﺎ ﺃﻗﺪﺭ ﻋﻠﻰ ﺣﻔﻆ ﺗﺴﻌﺔ ﺃﺟﺰﺍﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻬﻮﺓ ﺑﺠﺰﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻘﻞ، ﻭﺍﻧﺖ ﻻ ﺗﻘﺪﺭ ﻋﻠﻰ ﺣﻔﻆ ﺟﺰﺀ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻬﻮﺓ ﺑﺘﺴﻌﺔ ﺃﺟﺰﺍﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻘﻞ

Kemudian iapun berkata : "Ya tuan Hasan, hanya dengan 1 akal, Aku mampu mengendalikan diri dari gejolak nafsu syahwat 9 bagian, tetapi dengan 9 bagian akalnya, kenapa tuan tidak mampu mengekang 1 nafsu syahwat ?".

ﻓﺒﻜﻰ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﻭﺧﺮﺝ ﻣﻦ ﻋﻨﺪﻫﺎ

Maka menangislah Hasan, seraya mohon diri keluar dari rumahnya.

Sumber : Durrotun Nasihin : 22
Wallahu A'lam Bish-Showab.

Minggu, 04 November 2018

Kisah Sahabat julaibab yg jadi rebutan bidadari

ROSULULLAH SAW MENOLEH HINGGA BEBERAPA KALI KETIKA MELIHAT JENAZAH SAHABAT YANG SATU INI.

Dulu di zaman Rosulullah saw  ada

Seorang yang bernama Julaibib, beliau bekas budak dan memiliki tampang yang tidak ganteng/tidak bagus. suatu saat si Julaibib ini datang ke madinah dan berjumpa dengan Rosulullah  kemudian di tanya oleh Rosulullah,  wahai julaibib kamu sudah menikah atau belum? Julaibib mengatakan ya rosulullah aku ini seorang yang tidak memiliki harta, bukan seorang bangsawan , wajah ku pun juga tidak ganteng,  Lalu Rosul mengatakan engkau harus menikah sebab menikah itu penting.

 Di hari kedua bertemu lagi dengan Rosulullah dan di tanya kembali oleh Rosulullah , wahai Julaibib kamu sudah nikah atau belum?  Ya rosulullah sebagaimana hari pertama engkau bertanya pada ku, aku seorang Julaibib bekas budak bukan orang yang ganteng,  miskin, mana ada orang yang mau dengan aku ya Rosulullah. Tidak” kamu harus menikah  kata Rosulullah, Rosul tau pada wajah Julaibib ini ada keinginan untuk menikah akan tetapi ia tidak mau menikah sebab wajah nya kurang begitu ganteng.

Di hari ketiga nya pun kembali ditanya oleh Rosulullah, wahai julaibib sudahkah kau menikah?  belum ya Rosulullah nikahkan aku sekarang, maka Rosul berkata pada Julaibib sekarang kamu datang kepada sahabat ansor datanglah kamu kerumahnya kamu minta anaknya, kau katakan pada sahabat ansor tersebut bahwa aku dinikahkan oleh Rosulullah dengan anakmu. Langsung percaya diri si Julaibib ini jalan menuju rumahnya sahabat anshor tersebut lalu dia ketuk pintu dan mengucap salam, setelah di bukakan pintu Julaibib berkata pada sahabat anshor tersebut, saya Julaibib utusan Rosulullah saw dan saya diperintahkan oleh Rosulullah untuk menikahi putri mu.

Langsung terperanjat sahabat anshor ini, “Tidak Bisa”  Julaibib kamu sidah jelek  tidak punya harta bukan bangsawan mau menikah dengan anakku “ Tidak bisa” ditolak  begitu oleh sahabat anshor.

Kemudian sang putri rupanya mendengar ucapan dari ayahnya yang menolak dari pada permintaan  si Julaibib  maka anak tadi berkata, wahai ayah jangan ditolak biarkan terima saja itu utusan nabi Muhammad, Rosul yang menyuruh ia untuk datang ketempat ini untuk menikah dengan aku, terimalah wahai ayah  saya akan menerima dengan tangan terbuka dan saya senang sekali menikah dengannya dan jangan sampai nanti turun ayat Allah ta’ala  keluarga kita di jadikan keluarga yang munafik karna tidak mengikuti perintah Nabi saw .

Pada akhirnya sahabat anshor  menerima permintaan Julaibib ini karna atas perintah Rosulullah saw, dan setelah diterima  Julaibib pun melapor kepada Rosulullah bahwa pinangannya telah di terima, lalu apa yang harus saya lakukan ya Rosululah.?  Sabar kata Rosulullah, biar aku undang sahabat-sahabat yang lain,  di undanglah para sahabat-sahabat Rosul saw  dan Rosul meminta siapa yang punya uang  di kumpulkan untuk sahabat Julaibib ini karna dia baru mau menikah, malam ini dia mau menikah.

Lalu hingga terkumpul semuanya dari para sahabat, ada yang berupa uang, roti dll. Lalu diberikan pada si Julaibib untuk di jadikan mahar pernikahannya dengan anaknya sahabat anshor tadi.
Lalu ketika dia bawa itu uang terdengarlah sebuah seruan ,  wahai siapa pun yang punya kuda siapkan kuda-kuda kalian untuk perang jihat fiSabilillah.

ketika Julaibib mendengar seruan tersebut Julaibib berkata ini uang tidak jadi di pakai untuk beli mahar, mau saya belikan kuda, mau saya belikan pedang, saya mau beli tombak , saya mau beli alat  perang untuk membela agama islam. 
Julaibib adalah orang yang berkulit hitam tapi hatinya putih,  kemudia ia belikan uang yang buat mahar tersebut untuk membeli alat-alat perang yaitu  pedang dan sebagainya.

Kemudian ia terjun ke medan perang dan banyak membunuh orang-orang kafir qurais ketika itu yang memerangi orang islam. Hingga pada akhirnya si Julaibib  pun juga ikut terbunuh di medan peperangan  tersebut.

Singkat cerita setelah usai dari peperangan  Rosul mencari di mana  Julaibib dan memerintahkan sahabatnya untuk mencari jenazah  julaibib. Lalu Rosul bertanya kepada para sahabat sahabatnya, di antara Kalian kehilangan siapa?  lalu sahabat-sahabat ada yang mengatakan kami  kehilangan bapak saya, kami kehilangan ibu saya, kami kehilangan saudara saya dan sebagainya, namun Rosul mengatakan aku kehilangan si Julaibib.

Dan setelah di cari oleh para sahabat ditemukan Julabib ini dalam keadaan tergeletak gugur sebagai suhada’.  Kemudian jenazah Julaibib ini di gendong oleh Rosulullah, ketika Rosul melihat jenazah Julaibib kemudian menoleh, melihat lagi kemudian menoleh , melihat ketiga kalinya kemudian menoleh lagi, lalu di Tanya oleh sahabat-sahabatnya, ya Rosulullah kenapa engkau menoleh sampai  beberapa kali ketika melihat Julaibib, lalu  Rosul menjawab bagaimana aku tidak menoleh sedangkan  bidadari surga pada turun kebumi berebut untuk mendapatkan si Julaibib  dan membawa Julaibib ke surga, lalu ada salah satu bidadari tersebut tersingkap kainnya hingga terbuka betis kaki nya maka aku menoleh karna aku tidak mau melihat betis bidadarinya Julaibib.

Karna sebab apa Julaibib mendapatkian ini semua.?  sebab ia takwa pada Allah,  cinta pada Allah , cinta pada Rosulullah, kemudian ia dimuliakan pula oleh Allah .

Kisah dibawakan oleh Al habib Malik Bin Yahya Assegaf  Dari  Baidho, dan di terjemahkan oleh Al Habib Alwi bin Ali Al habsyi solo.

Kisah Sahabat julaibab yg jadi rebutan bidadari

ROSULULLAH SAW MENOLEH HINGGA BEBERAPA KALI KETIKA MELIHAT JENAZAH SAHABAT YANG SATU INI.

Dulu di zaman Rosulullah saw  ada

Seorang yang bernama Julaibib, beliau bekas budak dan memiliki tampang yang tidak ganteng/tidak bagus. suatu saat si Julaibib ini datang ke madinah dan berjumpa dengan Rosulullah  kemudian di tanya oleh Rosulullah,  wahai julaibib kamu sudah menikah atau belum? Julaibib mengatakan ya rosulullah aku ini seorang yang tidak memiliki harta, bukan seorang bangsawan , wajah ku pun juga tidak ganteng,  Lalu Rosul mengatakan engkau harus menikah sebab menikah itu penting.

 Di hari kedua bertemu lagi dengan Rosulullah dan di tanya kembali oleh Rosulullah , wahai Julaibib kamu sudah nikah atau belum?  Ya rosulullah sebagaimana hari pertama engkau bertanya pada ku, aku seorang Julaibib bekas budak bukan orang yang ganteng,  miskin, mana ada orang yang mau dengan aku ya Rosulullah. Tidak” kamu harus menikah  kata Rosulullah, Rosul tau pada wajah Julaibib ini ada keinginan untuk menikah akan tetapi ia tidak mau menikah sebab wajah nya kurang begitu ganteng.

Di hari ketiga nya pun kembali ditanya oleh Rosulullah, wahai julaibib sudahkah kau menikah?  belum ya Rosulullah nikahkan aku sekarang, maka Rosul berkata pada Julaibib sekarang kamu datang kepada sahabat ansor datanglah kamu kerumahnya kamu minta anaknya, kau katakan pada sahabat ansor tersebut bahwa aku dinikahkan oleh Rosulullah dengan anakmu. Langsung percaya diri si Julaibib ini jalan menuju rumahnya sahabat anshor tersebut lalu dia ketuk pintu dan mengucap salam, setelah di bukakan pintu Julaibib berkata pada sahabat anshor tersebut, saya Julaibib utusan Rosulullah saw dan saya diperintahkan oleh Rosulullah untuk menikahi putri mu.

Langsung terperanjat sahabat anshor ini, “Tidak Bisa”  Julaibib kamu sidah jelek  tidak punya harta bukan bangsawan mau menikah dengan anakku “ Tidak bisa” ditolak  begitu oleh sahabat anshor.

Kemudian sang putri rupanya mendengar ucapan dari ayahnya yang menolak dari pada permintaan  si Julaibib  maka anak tadi berkata, wahai ayah jangan ditolak biarkan terima saja itu utusan nabi Muhammad, Rosul yang menyuruh ia untuk datang ketempat ini untuk menikah dengan aku, terimalah wahai ayah  saya akan menerima dengan tangan terbuka dan saya senang sekali menikah dengannya dan jangan sampai nanti turun ayat Allah ta’ala  keluarga kita di jadikan keluarga yang munafik karna tidak mengikuti perintah Nabi saw .

Pada akhirnya sahabat anshor  menerima permintaan Julaibib ini karna atas perintah Rosulullah saw, dan setelah diterima  Julaibib pun melapor kepada Rosulullah bahwa pinangannya telah di terima, lalu apa yang harus saya lakukan ya Rosululah.?  Sabar kata Rosulullah, biar aku undang sahabat-sahabat yang lain,  di undanglah para sahabat-sahabat Rosul saw  dan Rosul meminta siapa yang punya uang  di kumpulkan untuk sahabat Julaibib ini karna dia baru mau menikah, malam ini dia mau menikah.

Lalu hingga terkumpul semuanya dari para sahabat, ada yang berupa uang, roti dll. Lalu diberikan pada si Julaibib untuk di jadikan mahar pernikahannya dengan anaknya sahabat anshor tadi.
Lalu ketika dia bawa itu uang terdengarlah sebuah seruan ,  wahai siapa pun yang punya kuda siapkan kuda-kuda kalian untuk perang jihat fiSabilillah.

ketika Julaibib mendengar seruan tersebut Julaibib berkata ini uang tidak jadi di pakai untuk beli mahar, mau saya belikan kuda, mau saya belikan pedang, saya mau beli tombak , saya mau beli alat  perang untuk membela agama islam. 
Julaibib adalah orang yang berkulit hitam tapi hatinya putih,  kemudia ia belikan uang yang buat mahar tersebut untuk membeli alat-alat perang yaitu  pedang dan sebagainya.

Kemudian ia terjun ke medan perang dan banyak membunuh orang-orang kafir qurais ketika itu yang memerangi orang islam. Hingga pada akhirnya si Julaibib  pun juga ikut terbunuh di medan peperangan  tersebut.

Singkat cerita setelah usai dari peperangan  Rosul mencari di mana  Julaibib dan memerintahkan sahabatnya untuk mencari jenazah  julaibib. Lalu Rosul bertanya kepada para sahabat sahabatnya, di antara Kalian kehilangan siapa?  lalu sahabat-sahabat ada yang mengatakan kami  kehilangan bapak saya, kami kehilangan ibu saya, kami kehilangan saudara saya dan sebagainya, namun Rosul mengatakan aku kehilangan si Julaibib.

Dan setelah di cari oleh para sahabat ditemukan Julabib ini dalam keadaan tergeletak gugur sebagai suhada’.  Kemudian jenazah Julaibib ini di gendong oleh Rosulullah, ketika Rosul melihat jenazah Julaibib kemudian menoleh, melihat lagi kemudian menoleh , melihat ketiga kalinya kemudian menoleh lagi, lalu di Tanya oleh sahabat-sahabatnya, ya Rosulullah kenapa engkau menoleh sampai  beberapa kali ketika melihat Julaibib, lalu  Rosul menjawab bagaimana aku tidak menoleh sedangkan  bidadari surga pada turun kebumi berebut untuk mendapatkan si Julaibib  dan membawa Julaibib ke surga, lalu ada salah satu bidadari tersebut tersingkap kainnya hingga terbuka betis kaki nya maka aku menoleh karna aku tidak mau melihat betis bidadarinya Julaibib.

Karna sebab apa Julaibib mendapatkian ini semua.?  sebab ia takwa pada Allah,  cinta pada Allah , cinta pada Rosulullah, kemudian ia dimuliakan pula oleh Allah .

Kisah dibawakan oleh Al habib Malik Bin Yahya Assegaf  Dari  Baidho, dan di terjemahkan oleh Al Habib Alwi bin Ali Al habsyi solo.

Senin, 29 Oktober 2018

Mbah kholil ,Pengemis Dan anjing

AL KISAH  SYAICHONA KHOLIL BANGKALAN KEDATANGAN SEORANG

☕PENGEMIS DAN ANJINGNYA

 

Suatu hari Almaghfullah Kyai Syaichona Kholil (Bangkalan - Madura) sedang menemui tamu tamunya di ruangan depan. Mbah Kholil yang juga  Ulama besar dan salah satu guru dari KH Hasyim Asy'ari (pendiri NU / kakek Gus Dur) duduk dengan salah satu lutut tertekuk di depan perut beliau sambil bercengkerama dengan para tamu tamunya di temani secangkir kopi yang ada di hadapan masing2.

Ketika sedang asyik mengobrol itu tiba2 datang seorang "gembel" dengan pakaian lusuh sambil menuntun seekor anjing masuk ke ruangan,kontan saja semua tamu pada heran bercampur geram apalagi tanpa salam tanpa bicara dan tanpa ijin tiba2 si pengemis ini menyeruput kopi milik mBah Kholil, terlihat juga ingus yang keluar dari hidung pengemis tak di undang ini.

Marah kah mbah Kholil??
Tidak! Mbah Kholil tampak merubah posisi duduknya seperti orang posisi duduk orang sedang sholat,telapak  tangannya menyatu di atas paha, kepalanya menunduk tanpa berani menatap muka si pengemis.

Justru beberapa tamu bangkit bermaksud mengusir orang aneh ini, tapi segera di cegah oleh mBah cholil dengan isyarat tangannya.

Beberapa saat suasana hening, mBah cholil tetap menunduk, tamu yang ada di ruangan itu tak satupun ada yang berani bersuara sampai kemudian si pengemis berlalu tanpa sepatah katapun.

Selepas gelandangan itu pergi mBah Kholil membuka suara : "siapa yang mau meminum kopi bekas tamuku tadi"?

Tentu saja tak seorangpun yang mau, karena kopi itu bekas di minum seorang pengemis dengan ingus menempel di bawah idung! Ngeri!

"Baiklah, kalau begitu biar saya yang menghabiskan".kata mBah kholil sambil meminum sisa kopi di cangkir.

Semua tamu semakin  terheran heran, belum habis rasa penasaran para tamu kemudian mBah Kholil menyambung kata lagi : " taukah sampyan semua siapa tamu tadi,, dia Nabi Khidir, beliau habis mengunjungi sahabatnya seorang wali di Yaman dan Sudan, kemudian melanjutkan perjalanan kesini untuk menemui sahabat2nya,para Waliyullah di tanah jawa."

Kontan kemudian para tamu berebut sisa kopi yang tinggal cangkirnya itu, bahkan ada yang berebut untuk mencuci cangkirnya sekedar untuk "ngalab berkah" dari kesalehan Nabi Khidir Alaihissalam.

MBaH Kholil terkekeh dengan tingkah para tamunya ini, yah.. kebanyakan kita hanya melihat kulit, tanpa bisa melihat hati, karena mata kita sudah tertutup oleh gemerlap dunia.

" Semoga kita terjaga dlm menilai sesama hanya krn Dhohirnya semata ..,"🙏

Minggu, 28 Oktober 2018

INDAH NYA SYARIAT ISLAM

   
    Suatu hari, Umar sedang  duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"

"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".

Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.

Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :

"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."

"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.

"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.

"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.

"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,

"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.

Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.

"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".

"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?", tanya Umar.

"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".
"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.

"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.

"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.

Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".

Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.

"Salman?" hardik Umar marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".

"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatan
gan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.

”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.

Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..”

”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.

_*”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... menepati janji...”*_ jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"

Kemudian Salman menjawab : _*Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.*_

Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.

”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.

“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak kaget.

“Kalian...” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.

Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
_*”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.*_

”Allahu Akbar!” teriak hadirin.

Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.
MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan al islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada dijalan-Nya..
Allahu Akbar ... 😭😭😭

Beginilah layaknya contoh umat islam yg sebenarnya, bukan malah saling menghujat satu sama lainnya...

SILAKAN DI BAGIKAN, JANGAN SAMPAI KISAH MULIA INI TERPUTUS DI TANGAN ANDA ... !!
Agar Umat Islam INDONESIA tidak mudah di pecah belah.

Senin, 01 Oktober 2018

Sejarah kaul seyeh armiya bin kyai kurdi

Sedikit Tentang Syeh Armia Cikura Bojong Tegal.


  Berbicara tentang Syeh Armia

tidak lepas dari kepiawaian

beliau dalam mengajarkan

agama Islam di Jawa Tengah,

khususnya di sekitar kota Tegal. Syech Armia merupakan ulama

dan golongan waliyulloh yang

selalu mendedikasikan hidupnya

untuk kepentingan li

I’lalikalimatillah (menegakkan

Agama Allah). Beliau wafat pada tanggal, 27 Muharram 1354 H. Syech

Armia kemudian dimakamkan

di lingkungan pondok pesantren

Attauhidiyyah Cikura, Bojong,

Tegal. Semasa hidupnya, Syech

Armia sangat dekat dengan

masyarakat sekitar. Beliau

sosok ulama yang alim dalam

ilmu tauhid sehingga beliau

mengajarkan materi-materi ketaohidan kepada para

santrinya, dengan menggunakan

referensi kitab-kitab tauhid

yang diantararanya adalah

karya Sayyid Abi Abdillah

Muhammad bin Yusuf Sanusi Al Khasani atau lebih dikenal

dengan Iman Sanusi dan Kitab

kitab Tauhid lainnya seperti

Nuruzh zholam, Kifayatul Awam

dan Kitab Ta’lim Mumtadiin

karya KH.Said bin Armia. Pernah diceritakan oleh Alhabib

Abdurrahman Bin Habib

Abdullah bilfaqih Pengasuh Pon-

pes Darul Hadist Al faqihiyyah

Malang dan murid dari KH.Said

bin KH.Armia, sewaktu beliau belum menjadi murid KH.Said

beliau melihat sebuah cahaya

yang memancar keatas

menembus langit dari suatu

tempat, karena penasaran

beliau mencari sumber cahaya tersebut hingga sampailah

beliau di desa Cikura Tegal Jawa

tengah yang ternyata sumber

cahaya tersebut berasal dari

makam syech Armia. Beliaupun tertarik untuk belajar

kepada putranya KH.Said bin KH.

Armia, dan beliaupun

mengusulkan untuk selalu

mengadakan Haul Bapaknya

KH.Armia secara besar-besaran untuk mengenang perjuangan

KH.Armia dalam mensyiarkan

Agama Allah terutama ilmu-ilmu

tauhid. Sementara kisah lain yang

membumi langsung diceritakan

oleh KH.Hasani (Putra KH.Said)

bahwa, Al Alamah Syeck Ali

Basalamah (Mursyid tarekat

tijani, Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah)bahwa, beliau melihat

KH.Said Bin KH.Armia sedang

mengajar Kitab Imam Sanusi

dengan didampingi oleh Sayyidul

Wujud Rosulullah SAW, pada sisi

kanannya dan di sebelah kiri KH.Said tampak shohibul kitab

Imam Sanusi R.A. Dari pertama kali ide

pelaksanaan haul yang di

inisiatori Al-habib Abdurrahman

bin Habib Abdullah faqih inilah,

kemudian terus menerus haul

Syechuna Armia bin Kyai Kurdi ini dilaksanakan sampai pada

saat ini.


Jangan lupa Baca sholawat .

اللهم صل على سيدنا محمد

Punya fethis popok gara gara idea mamah .

 Jadi kecanduan popok karena mamah . Nama saya Siska umur 17 tahun  kelas 11 SMA .berawal sejak kelas 7 SMP  saya sering ngomopl  terus mama...