RANGKUMAN CERAMAH JUMAT KLIWON . 20 -12-2018
1. Syeh ali ismail
Keutamaan Menjawab adzan
[1] Menjadi saksi kebaikan
Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah suara azan yang keras dari yang mengumandangkan azan didengar oleh jin, manusia, segala sesuatu yang mendegarnya melainkan itu semua akan menjadi saksi pada hari kiamat.
.
[2] Menjawab adzan karena dorongan keyakinan hati, dapat membuka surga
Ketika muadzin mengumandangkan, Allahu akbar.. Allahu akbar
Lalu kalian menjawab: Allahu akbar.. Allahu akbar
Kemudian muadzin mengumandangkan, Asyhadu anlaa ilaaha illallaah..
Lalu kalian menjawab, Asyhadu anlaa ilaaha illallaah..
dst… hingga akhir adzan
siapa yang mengucapkan itu dari dalam hatinya maka akan masuk surga.
[3] Dengan menjawab adzan, Allah akan mengampuni dosa
[4] Menjawab adzan, lalu memohon agar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan maqam mahmud, kita berhak mendapat syafaat.
, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Siapa mendengarkan adzan, lalu dia membaca doa,
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ ، الى اخيره...................
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, siapa yang membaca doa setelah adzan
Halal baginya syafaat pada hari kiamat.
Kemudian beliau bercerita tentang shobat juliaibib yg jenazahnya di mandikan para bidadari
Sahabat juliaibib.dia sahabat yang miskin tidak mempunyai nasab yang bagus , tidak pula guanteng . Tapi sahabat juliaibib orang yg sangat taqwa ,dan sangat mencintai Nabi Muhammad saw .
Suatu hari Rasulullah saw menemui sahabat juliaibib Dengan senyum indah nya seraya berkata " wahai juliaibib mau kah engkau ingin menikah "
Sontak saja Sahabat juliaibib kaget mendengar pertanyaan dari orang yang sangat di cintai nya . Sahabat juliaibib pun menjawab " wahai Rasulullah saw . Ada kah kiranya wanita yang ingin menikah dengan saya ? Saya ini miskin harta , bukan dari keturunan yang mulia ,jelek pula "
Ke esokan hari nya nabi bertanya seperti itu lagi .Sampai tiga kali .
Setelah itu Nabi Muhammad saw suruh sahabat juliaibib mendatangi rumah sahabat ansor yg mempunyai putri yang cantik .
Awal nya keluarga sahabat ansor menolak . Lantaran sahabat juliaibib miskin ,tidak mempunyai keturunan yang mulia .
" Tapi ini perintah dari Rasulullah saw " kata Sahabat juliaibib .
Lantas terdengar oleh putrinya sahabat ansor. Seraya berkata . " Saya akan menerima lamaran sahabat juliaibib dan saya hanya akan menikah dengan juliaibib "
Kemudian keesokan harinya di adakan lah pernikahan sahabat sahabat pada menyumbang kan harta nya kepada sahabat juliaibib di gunakan sebagai mahar .
Pengantin baru yg ingin menikmati malam pertama .tiba tiba terdengar seruan jihad .
Sahabat juliaibib pun langsung bergegas mencabut pendang nya dan menuju medan perang dengan sigap dan penuh semangat menghabisi kaum musrikin .
Setelah perang usai Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat . "Adakah yang kehilangan seseorang ..?
Sahabat " saya kehilangan fulan bin fulan !
Adakah yang kehilangan seseorang ..?
Sahabat " saya kehilangan fulan bin fulan !
Terus Rasulullah Saya kehilangan sahabat juliaibib ! Di mana dia ?
Di cari cari ahirnya ketemu di medan pertempuran tapi sahabat juliaibib sudah syahid . Dan di sekeliling terdapat tujuh orang musrikin yg mati pula .
Lantas Rasulullah saw langsung memangku jenazah sahabat juliaibib .
Dan di suruh lah sahabat menggali tanah untk segera memaqam kan sahabat juliaibib .
Tapi jenazah sahabat juliaibib basah kaya habis di memandikan .
Kita tahu orang yg mati syahid dalam pertempuran haram di mandikan .
Rasulullah bersabda .Sahabat juliaibib di mandikan oleh bidadari dan menjadi rebutan para bidadari .
Di sabung ceramah kyAi ahmad saidi
Beliau syehkhuna menerangkan dalil wujude allah yani hudusul alam .
Wallahualam bi soaab.
#Ayo_ngaji....!
Cerita ini di ambil dari ceramah jumat kliwon 20 - 12 -2018
KEHEBATAN MBAH ARWANI DI KAGUMI PARA ULAMA LUAR NEGRI
KEHEBATAN MBAH ARWANI DIKAGUMI PARA ULAMA LUAR NEGRI
Kudus – santrionline.net
Suatu ketika Kyai Sya’roni Ahmadi Kudus umroh dan membawa kitab Faidh al-Barakat karya Mbah Kyai Arwani Amin Kudus. Kitab tersebut dipamerkan kepada ulama Qiraat Mekkah dan Madinah yang dikenal Kyai Sya’roni. Lantas para ulama tersebut berkomentar, “Tidak sembarang orang bisa menulis kitab ini kecuali seorang Muqri’ al-Kabir!”
Setelah itu, giliran seorang ulama Mesir Syaikh Ahmad Yasin Muhammad Abdul Muthalib yang mendapatkan kitab Faidh al-Barokat. Spontan beliau bersya’ir memuji kealiman Mbah Kyai Arwani:
ﺑﺷﺮﺍﻙ ﻳﺎﻁﺎﻟﺑﺎ ﻠﻟﻌﻟﻢ ﻣﻦ ﻗﺩﺲ ֎ ﻔﺰﺗﻢ ﺒﻗﺮﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺮﺣﻣﻥ ﺑﺎﻷﺮﻮﺍﻥ
ﻣﻦ ﻳﻀﺣﻰ ﻓﻲ ﻗﺮﺑﻬﻢ ﺰﻣﻧﺎ ﻮﻠﻮ ﻳﻮﻣﺎ ֎ ﻳﺮﺠﻊ ﺇﻠﻰ ﺃﻫﻟﻪ ﺑﺎﻟﻗﻠﺏ ﺮﻳﺎﻥ
ﺍﻠﻌﻳﺵ ﻓﻲ ﺣﻳﻬﻢ ﻔﻀﻞ ﻮﺗﻜﺮﻣﻪ ֎ ﻣﻦ ﺬﻱ ﺍﻟﺟﻼﻝ ﺍﻟﺬﻱ ﺒﺎﻟﻓﺿﻝ ﺃﻮﻻﻦ
“Betapa bahagianya para pencari ilmu dari Kudus, beruntung bisa dekat Sang Rahman dengan Kyai Arwani.
Siapa saja yang berada sezaman di dekatnya meski hanya sehari, akan pulang ke keluarganya dengan hati berseri-seri.
Hidup bersama mereka adalah anugerah dan kemuliaan dari Sang Pemilik Keagungan yang telah memberiku anugerah tiada terperi (sebab jumpa dengan Kyai Arwani).”
Tiru Laku Gurumu.
Menurut riwayat khadimnya, semasa belajar ilmu Qiraat di Krapyak Yogyakarta Kyai Arwani selalu datang dua jam sebelum setoran ngaji dimulai. Jam 11 malam beliau sudah ada di majelis, padahal setoran dimulai jam 1 dini hari.
Selain itu, beliau selalu menyimak dengan seksama, menulis semua yang diucapkan oleh gurunya, sebab proses belajarnya dengan metode Talaqi Qiraah. Catatan tulisan tersebutlah yang menjadi kitab Faidh al-Barakat tiga puluh juz lengkap.
Tidak heran diantara murid-murid Mbah Kyai Munawir hanya Kyai Arwani yang diberi ijazah Qiraah Sab’ah. Bahkan di depan para muridnya Mbah Kyai Munawir dawuh untuk belajar kepada Mbah Kyai Arwani saja jikalau beliau wafat.
(Disarikan dari tulisan Ust. Sahal, Faidh al-Barakat, upaya KH. Arwani membumikan Ilmu Qiraah).
Read: Isa Anshori
Kudus – santrionline.net
Suatu ketika Kyai Sya’roni Ahmadi Kudus umroh dan membawa kitab Faidh al-Barakat karya Mbah Kyai Arwani Amin Kudus. Kitab tersebut dipamerkan kepada ulama Qiraat Mekkah dan Madinah yang dikenal Kyai Sya’roni. Lantas para ulama tersebut berkomentar, “Tidak sembarang orang bisa menulis kitab ini kecuali seorang Muqri’ al-Kabir!”
Setelah itu, giliran seorang ulama Mesir Syaikh Ahmad Yasin Muhammad Abdul Muthalib yang mendapatkan kitab Faidh al-Barokat. Spontan beliau bersya’ir memuji kealiman Mbah Kyai Arwani:
ﺑﺷﺮﺍﻙ ﻳﺎﻁﺎﻟﺑﺎ ﻠﻟﻌﻟﻢ ﻣﻦ ﻗﺩﺲ ֎ ﻔﺰﺗﻢ ﺒﻗﺮﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺮﺣﻣﻥ ﺑﺎﻷﺮﻮﺍﻥ
ﻣﻦ ﻳﻀﺣﻰ ﻓﻲ ﻗﺮﺑﻬﻢ ﺰﻣﻧﺎ ﻮﻠﻮ ﻳﻮﻣﺎ ֎ ﻳﺮﺠﻊ ﺇﻠﻰ ﺃﻫﻟﻪ ﺑﺎﻟﻗﻠﺏ ﺮﻳﺎﻥ
ﺍﻠﻌﻳﺵ ﻓﻲ ﺣﻳﻬﻢ ﻔﻀﻞ ﻮﺗﻜﺮﻣﻪ ֎ ﻣﻦ ﺬﻱ ﺍﻟﺟﻼﻝ ﺍﻟﺬﻱ ﺒﺎﻟﻓﺿﻝ ﺃﻮﻻﻦ
“Betapa bahagianya para pencari ilmu dari Kudus, beruntung bisa dekat Sang Rahman dengan Kyai Arwani.
Siapa saja yang berada sezaman di dekatnya meski hanya sehari, akan pulang ke keluarganya dengan hati berseri-seri.
Hidup bersama mereka adalah anugerah dan kemuliaan dari Sang Pemilik Keagungan yang telah memberiku anugerah tiada terperi (sebab jumpa dengan Kyai Arwani).”
Tiru Laku Gurumu.
Menurut riwayat khadimnya, semasa belajar ilmu Qiraat di Krapyak Yogyakarta Kyai Arwani selalu datang dua jam sebelum setoran ngaji dimulai. Jam 11 malam beliau sudah ada di majelis, padahal setoran dimulai jam 1 dini hari.
Selain itu, beliau selalu menyimak dengan seksama, menulis semua yang diucapkan oleh gurunya, sebab proses belajarnya dengan metode Talaqi Qiraah. Catatan tulisan tersebutlah yang menjadi kitab Faidh al-Barakat tiga puluh juz lengkap.
Tidak heran diantara murid-murid Mbah Kyai Munawir hanya Kyai Arwani yang diberi ijazah Qiraah Sab’ah. Bahkan di depan para muridnya Mbah Kyai Munawir dawuh untuk belajar kepada Mbah Kyai Arwani saja jikalau beliau wafat.
(Disarikan dari tulisan Ust. Sahal, Faidh al-Barakat, upaya KH. Arwani membumikan Ilmu Qiraah).
Read: Isa Anshori







